drg. Henni Koesmaningati, Sp.Pros (K.Remov)

NIP:
195502101980112001
Fakultas:
Fakultas Kedokteran Gigi
Organisasi:
Prostodonsia
Pendidikan:
Sp2

profile

 

Saya kecil lahir di Surabaya 10 Februari 1955 dengan nama lengkap Henni Koesmaningati. Setelah sempat menghabiskan 3 tahun masa balita Surabaya, saya sekeluarga kemudian pindah ke Jakarta dan menetap di Pasar Minggu. Di daerah ini pulalah saya sebagai anak ke tiga dari tiga bersaudara menyelesaikan pendidikannya di TK Bunga Harapan, kemudian SDN Pejaten 3 Pagi Pasar Minggu selama 5, 5 tahun karena ketika kelas 3 dan 4 ditempuh dalam 1 tahun dan terjadi perubahan perpanjangan tahun ajaran pada kelas 6, dan SMPN 41 Ragunan sebagai lulusan terbaik. Untuk memperluas daerah jajahannya dan hadiah sebagai lulusan terbaik di SMP, saya remaja dapat dengan mudah masuk ke SMAN 6 Bulungan dari tahun 1970-1972.

Lulus SMA, saya mengikuti tes Sipenmaru dan lulus untuk menjadi mahasiswa FKG UI. Dari sinilah awal ke-dokter gigi-an saya dimulai. Setelah menyelesaikan S1 tepat waktu di tahun 1978 dan mendapat gelar 10 lulusan terbaik, saya sudah berhak menyandang gelar dokter gigi. Saya kemudian sempat mengabdikan dirinya di sebuah Puskesmas di kawasan Cempaka Putih, Puskesmas Bungur selama 1 tahun

Tepat satu tahun setelah mengabdi di puskesmas, saya mendapat tawaran untuk mengisi lowongan dosen. Dan sebagai masa percobaannya, saya lebih banyak bekerja sebagai dosen muda dan mengerjakan pekerjaan administrasi di bagian ilmu gigi tiruan sub divisi ilmu gigi tiruan penuh. Satu tahun kemudian, saya resmi diangkat menjadi PNS. Sebagai PNS, saya mulai diberi tugas untuk mengajar dan membimbing kerja klinik mahasiswa. Selain itu sudah diperkenankan untuk melakukan praktek yang sesuai dengan kemampuan di poliklinik sore FKG UI.

Oktober 1984, saya mendapatkan kesempatan untuk pergi ke negara matahari terbit melalui beasiswa dari Pemerintah Jepang (Monbusho) sebagai research fellow. Enam bulan pertama diwajibkan mengikuti kursus bahasa Jepang khusus pelajar asing di Osaka University. 9 Janurai 1985, saya sempat pulang seminggu ke Indonesia atas izin dosen pembimbinng untuk menikah dengan suami saya, Budi Susilo. April 1985, berpindah ke Tokushima University untuk mulai menuntut ilmu khususnya di clinical training di bidang Prostodonsia (Ilmu Gigi Tiruan, baik GTSL atau GTC). Di sela-sela kesibukan menuntut ilmu, saya sempat mengikuti kursus ikebana, membuat bunga kering, membuat bunga kertas, fotografi, menyanyi bahasa Jepang (Alhamdulillah sempat pentas dan rekaman), tradisi upacara minum teh, dan mengunjungi berbagai obyek wisata seperti Disneyland Jepang, Tsukuba Expo, Istana Kaisar Tokyo dll. Yang tidak terlupakan, saya bisa merasakan pertama kali melihat salju, bermain ski, dan  naik kereta super cepat di Jepang, Shinkansen. Wuih,,saking cepatnya, sampai tidak terasa sudah sampai ke tempat tujuan, Tokyo, Osaka, dan Hiroshima. Setelah 1,5 tahun, April 1986 saya menginjakkan kaki kembali ke Indonesia dan berkewajiban mengabdikan dirinya kembali ke FKG UI minimal 2x masa beasiswa.

Menuntut ilmu memang tidak mengenal usia. Baru di usianya yang ke 40 atau tepatnya tahun 1995, saya memutuskan untuk mengambil spesialis di bidang Prostodonsia. Setelah kuliah dan menyelesaikan tesisnya yang berjudul "Perbedaan Kemampuan mengunyah pada pasien gigi tiruan penuh yang menerapkan penyusunan gigi posterior secara Lingualized Occlusion dan Full Balanced Occlusion.", saya berhasil menambah gelar di belakang namanya menjadi drg. Henni Koesmaningati, Sp.Prost, di tanggal dan tahun keramat 9 September 1999. Gelar ini disetarakan dengan Magister.

Selanjutnya setelah lebih kurang 7 tahun sebagai dosen baik di S1 akademik, S1 profesi, maupun di PPDGS Prostodonsia, saya mendapat pengakuan sebagai Konsultan di bidang Removable Prosthodontics yang diberikan oleh KKI, yang disetarakan dengan Doktor.

Sampai sekarang, saya masih mengabdi di FKG UI menjabat sebagai Ketua UPMA FKG UI dan tinggal di Depok bersama suami saya Budi Susilo dan kedua anak saya Melisa Bunga Altamira (kuliah di FISIP UI) dan Damas Yudhistira (kuliah di PNJ)