Profile

Agung Waluyo, lahir di Jakarta, 19 September 1969, menyelesaikan pendidikan S1 Keperawatan di Universitas Indonesia tahun 1993, S2 Health Care Practice (Keperawatan) di Liverpool John Moores University tahun 2000, dan S3 Keperawatan di University of Illinois at Chicago tahun 2011.  Beasiswa pendidikan S2 di dapat dari Kementrian Kesehatan, sedangkan beasiswa pendidikan S3 didapat dari “Doctoral Traineeship, AIDS International Training and Research program at the University of Illinois at Chicago”. Selama menempuh perkuliahan S3 di Chicago, Agung berhasil mendapatkan “Virginia M. Ohlson Award” dari “Global Health Leadership Office, College of Nursing UIC” di tahun 2009 dan “Distinguish Young Asian Professional Award” dari Asian Chronicle USA TV Program, Illinois, Chicago di tahun 2010.

 

Agung Waluyo, SKp, MSc, PhD bekerja di Fakultas Ilmu Keperawatan (Program Studi Ilmu Keperawatan- Fakultas Kedokteran UI) sejak 1994. Sejak PSIK-FKUI menjadi fakultas mandiri, Agung menjadi pengajar purna waktu di departemen Keperawatan Medikal Bedah dan menjadi peneliti di area HIV/AIDS, onkologi dan SDM Kesehatan. Dari tahun 2006 sampai 2007 Agung pernah menjabat menjadi “National Consultant” di WHO office di Jakarta pada area Human Resources for Health, Nursing and Midwifery. Sejak tahun 2011 menjabat sebagai sekertaris program studi S3 Keperawatan.

 

Penelitian yang telah dipublikasikan antara lain: “Persepsi perawat dan keluarga pasien ODHA tentang pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk merawat ODHA di rumah sakit dan di rumah.”, "Persepsi Pasien Dan Suami Tentang Pengaruh Mastektomi Terhadap Citra Tubuh Dan Fungsi Seksual", “Persepsi pasien ODHA dan keluarganya tentang HIV/AIDS dan stigma terhadap ODHA.”, dan Analisis masalah keperawatan yang muncul pada pasien dengan keganasan hematology yang mendapatkan kemoterapi.” Keempat nya di publikasikan di Jurnal Keperawatan Indonesia pada tahun 2012-2013. Penelitian yang telah dipublikasikan di Jurnal Internasional adalah "Understanding HIV-related Stigma Among Indonesian Nurses" di Journal of the Association of Nurses in AIDS Care tahun 2015 dengan impact factor 1.27.

 

Penelitian yang telah dipresentasikan antara lain: “Pengaruh pengetahuan tentang HIV dan tingkat keimanan perawat Indonesia terhadap stigma perawat pada ODHA (orang dengan HIV/AIDS)., di Presentasikan di XVIII International AIDS Conference, Vienna, Austria, July 2010, “Hubungan karakteristik demografi, gejala yang umum terjadi pada ODHA terhadap penggunaan terpi komplementer pada ODHA., di Presentasikan di MNRS, Kansas City, April 2010, “Tiga tema utama dari persepsi pasien dan keluarganya pada stigma terhadap ODHA”., di presentasikan di MNRS, Minnesota March 2009, “Nurse perception on HIV/AIDS stigma among Health Professionals”, di presentasikan di 2nd International Nursing Conference, Bali, Indonesia 2005, dan “Indonesian Nursing Student Responses to Caring for HIV+ Patients” di presentasikan di Nursing Science & HIV/AIDS: Global Challenges and Opportunities, Chiang Mai, Thailand July 7 – 8, 2004.


Agung Waluyo beserta peneliti dari FKUI dan FIKUI baru saja menyelesaikan penelitian multi years Grant Research 2013 - 2015 dari DIKTI KEMDIKNAS dengan topik penelitian Model Pendidikan HIV dan AIDS untuk meminimalkan stigma terhadap ODHA bagi mahasiswa Kedokteran-Keperawatan-Kebidanan. Selain penelitian yang di danai DIKTI tersebut, Agung juga telah menyelesaikan penelitian kerjasama Internasional dengan peneliti dari University of Illnois at Chicago, Dr. Gabriel Culbert. Dari penelitian bersama tersebut telah di publikasikan 3 publikasi internasional "The Influence of Medication Attitudes on Utilization of Antiretroviral Therapy (ART) in Indonesian Prisons" di AIDS and Behavior 09/2015; DOI:10.1007/s10461-015-1198-4 dengan impact factor 3.49, "Correlates and Experiences of HIV Stigma in Prisoners Living with HIV in Indonesia: A Mixed Method Analysis" di The Journal of the Association of Nurses in AIDS Care: JANAC 07/2015; 26(6). DOI:10.1016/j.jana.2015.07.006 · dengan impact factor 1.27, dan "Within-Prison Drug Injection among HIV-infected Male Prisoners in Indonesia: A Highly Constrained Choice" di Drug and Alcohol Dependence 01/2015; 149. DOI:10.1016/j.drugalcdep.2015.01.018 · dengan impact factor 3.42.