Profile

KARIR AKADEMIK

Devie adalah lulusan SMA Negeri 8 Jakarta pada tahun 2000 yang lulus masuk FISIP UI tanpa melalui tes tertulis (program PPKB). Pada tahun 2010, Devie meraih gelar master dari program studi Kajian Budaya FIB UI (Cultural Studies). Devie kemudian memperoleh beasiswa dari Pemerintah Jerman (DAAD) untuk meraih gelar doktor di Universitas Frankfurt. Namun, kesempatan tersebut tidak dilanjutkan dan kemudian meneruskan studi doktoral selama 3 tahun di Universitas Padjadjaran dan Swansea University, Wales UK (dalam Sandwich Program).

Devie kemudian memulai karir akademik dengan menjadi Dosen Tetap Program Vokasi UI pada tahun 2011. Semenjak itu, Devie aktif menjadi penulis dan editor diantaranya 8 karya buku yang telah memiliki sertifikat HAKI seperti : 69 Panduan Humanis Menghadapi Wartawan (2011); Grand Strategy Pencitraan Polri (2012); Bujuk Rayu Konsumerisme (2013).

Sebagai seorang dosen, Devie aktif merumuskan diataranya 16 modul mata kuliah kehumasan. Selain itu, Devie secara konsisten melakukan penelitian tentang kondisi sosial-budaya-politik berbagai daerah di Indonesia melalui pendekatan komunikasi dan khususnya kehumasan diantaranya riset monitoring media yang telah melahirkan buku tentang Penelitian Digital Sosial pada tahun 2014.

Semenjak tahun 2006 hingga sekarang Devie dipercaya menjadi penyelenggara aktif, moderator dan narasumber lebih dari 100 diskusi lokal, nasional dan internasional seperti Forum on Indonesia – Korea Mutual Cooperation in Film Industry; World Bank Discussion : "The Ladder of Life"; "Journalism Course : “Citizen Journalism" Metro TV on Campus; Rakernis Divisi Humas Kepolisian Seluruh Indonesia; dan sebagainya.

Berdasarkan beragam penelitian yang dilakukan, Devie kerap mempresentasikannya di berbagai forum nasional dan internasional, diantaranya pada tahun 2014, Devie menjadi pembicara dan moderator pada konferensi internasional yang di selenggarakan oleh Universitas Hankuk, Korea Selatan; Swansea University; Leiden University.

Untuk menunjang pengetahuan akademiknya, Devie menjadi anggota asosiasi nasional dan internasional yaitu Perhumas Indonesia, Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) dan The International Public Relations Association (IPRA).

KARIR PROFESIONAL

Pada tahun 2000, saat mengawali masa perkuliahan, Devie pun memulai karirnya di bidang komunikasi sebagai reporter dan copy writer di PT Dyviacom Intrabumi, Tbk. Pada tahun 2002, Devie kemudian beralih menjadi client relations executive di Kubik Learning Adventure sekaligus menjadi Junior Trainer di Remaja Hebat Foundation.

Pada tahun 2004, Devie berkantor di Gedung KPU Pusat, menjadi PR Officer dalam program UNDP – Pemilu 2004. Selepas itu, Devie memasuki dunia Konsultan PR dengan menjadi Junior PR Consultant di Ida Sudoyo & Associates. Di saat yang sama Devie dipercaya menjadi Ketua Panitia Reuni Akbar 40 tahun Departemen Komunikasi FISIP UI.

Pada tahun 2005, Devie berkesempatan berkarir di korporasi global sebagai Corporate Communications pada PT Artajasa Pembayaran Elektronis. Devie juga aktif sebagai Wakil Sekjen III Kepengurusan Pusat Persatuan Olahraga Dayung (PODSI) Seluruh Indonesia.

Devie kemudian mulai membangun karir professional di dunia akademik pada tahun 2006 dengan menjabat sebagai Kepala Humas FISIP UI, dan setelah itu menjadi Deputi Direktur Kantor Komunikasi (Humas UI) hingga tahun 2009.

Pada tahun 2010, Devie berpindah karir menjadi Kepala Kantor Sekretariat Pimpinan UI (Chief of Staff), yang membuat Devie dipercaya menjadi Project Manager kedatangan para tamu VIP di UI diantaranya : kedatangan Presiden Amerika, Barack Obama; Presiden Jerman, Christian Wulff; PM Perancis, François Fillon; Presiden Turki, Abdullah Gul; Sultan Brunei, dan lain-lain.

Pada tahun 2013 dan 2014, secara berturut-turut, Devie menjadi Chief Operation Officer (COO) di Radio A, 96.7 FM Jakarta dan mendirikan Prapancha Research serta website berita Selasar.Com.

Dedikasi Devie dalam bidang komunikasi khususnya kehumasan diapresiasi diantaranya oleh Majalah Eksekutif yang memilih Devie menjadi salah satu humas terbaik pada tahun 2013. Wujud apresiasi lainnya ialah Devie pernah terpilih menjadi satu-satunya Juri Internasional dari Asia pada : Univision, The 1st World Student Song Contest di Azerbaijan.

Pada tahun 2018 silam, Devie bersama Amelita Lusia mendapatkan kesempatan mengawal keberhasilan Asian Games 2018 dengan menjadi Public Relations Team di MPC Asian Games 2018, yang bertugas melayani 7000 awak media dari seluruh dunia. Devie berperan sebagai penerjemah, moderator dan mengawal kebutuhan para wartawan.

Di tahun yang sama, Devie bersama beberapa dosen menginisiasi pendirian Klinik Digital Vokasi UI. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat nusantara di era digital. Aktivitas ini telah mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak diantaranya Facebook Asia Pasific dan Pemerintah Australia. Devie kemudian menjadi salah satu perwakilan Indonesia yang mendapatkan kesempatan menerima beasiswa dan award dari keduanya pada tahun 2019.

Tidak hanya karir professional, Devie yang semenjak SMA aktif secara sosial dengan menjadi guru membaca bagi anak-anak tidak mampu di pinggir kali kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan meneruskan aktifitas sosialnya bersama Yayasan Sedaun, dengan menanam lebih dari 10 ribu pohon di pulau Jawa. Selain itu, Devie adalah salah seorang pendiri Yayasan Bakti Iluni dan Abdurrahman Wahid Center (AWCenter) UI.

Berbekal pengetahuan akademik dan pengalaman professional, semenjak tahun 2011, Devie dipercaya oleh berbagai media lokal, nasional dan internasional sebagai narasumber untuk isu sosial, budaya, dan komunikasi.