Dr. dr. Tjhin Wiguna, SpKJ(K)

No Title Description
1 Fakta Medis Gangguan Bipolar Fakta Medis Gangguan Bipolar

Topik mengenai gangguan bipolar merupakan topik yang menarik bagi masyarakat awam. MIND dari Media Aesculapius ini memaparkan secara singkat mengenai wawancara terkait dengan isu gangguan bipolar dan tatalaksana dalam bahasa awam yang mudah dimengerti oleh semua lapisan masyarakat.


PDF icon mind.pdf
2 Stres pada anak Stres pada anak

Bagian ini memuat gambaran anak yang mengalami stres, serta beberapa tips bagi orangtua untuk membantu anak yang mengalami stres. Makalah ini diterbitkan oleh Majalah Manager's Scope yang mempunyai pelangga yang cukup banyak sehingga bisa memberikan manfaat bari orangtua.


PDF icon managers_scope.pdf
3 Pelatihan Peningkatan Kapsistas kesehatan Mental pada Anak dan Remaja di Daerah Bencana Pelatihan Peningkatan Kapsistas kesehatan Mental pada Anak dan Remaja di Daerah Bencana

Lokasi geografis Indonesia terletak antara lempeng Pasifik, Eurasia dan Australia membuat Indonesia rentan terhadap berbagai bencana alam, seperti letusan gunung berapi, tanah longsor dan gempa bumi. Belum lagi bencana alam lainnya yang terkait dengan perubahan iklim seperti banjir badang, kekeringan dan kebakaran hutan yang terjadi hampir setiap tahun. Kondisi tersebut mimicu terjadinya stres and krisis yang seringkali dijumpai pada setiap individu, tidak terkecuali pada pada anak dan remaja.
Wiguna T dkk (2006), dalam studi preliminer terhadap 1985 anak yang berusia 4-18 tahun yang merupakan penyintas (survivors) dari gempa bumi dan tsunami di Kabupaten Aceh Utara, Propinsi Nanggroe Aceh Darssalam selama kurang lebih 12 bulan, menemukan 191 anak mengalami gangguan jiwa (9.62%) dan 60.5 % di antaranya di diagnosis dengan gangguan stres pascatrauma.
Hsu dkk (2002) dalam penelitiannya terhadap prevalensi gangguan stres pascatrauma pada anak berusia 12-14 tahun yang mengalami kejadian gempa bumi di Taiwan pada tahun 1999, melaporkan ratio prevalensi gangguan stres pascatrauma dalam enam minggu pertama adalah sebesar 21.1%.
Goenjian dkk (2001) juga melakukan investigasi terhadap efek Hurricane Mitch yang menyerang Amerika Tengah pada tahun 1998 yang mengakibatkan 10.000 orang meninggal. Penelitian ini mengikutsertakan 158 remaja yang berasal dari 3 daerah yang berbeda, dan mereka mendapatkan ratio prevalens sebesar 90%, 50% dan 14%. Geonjian dkk berasumsi bahwa dampak dari bencana alam seperti berat ringannya kerusakan serta ada tidaknya dukungan psikososial memegang peranan penting dalam variasi ratio prevalens yang didapat.
Bencana mengakibatkan perubahan kehidupan anak dan orangtuanya, dan membuat mereka harus beradaptasi dengan situasi yang yang ada. Anak dapat merasa takut, cemas, kehilangan rasa aman, dan perasaan tidak berdaya serta putus asa sehingga mengalami berbagai masalah emosi dan perilaku. Kondisi ini jika tidak dikenali atau ditangani dengan baik dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak dan berdampak terhadap kualitas hidup mereka di kemudian hari.
Oleh karena itu dibutuhkan suatu buku yang komprehensif yang berisi berbagai topik kesehatan jiwa anak dan remaja terkait dengan bencana, khususnya bencana alam sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam memberikan pelayanan kesehatan jiwa bagi anak dan remaja pascabencana. Buku ini mencoba untuk merangkum berbagai topik seperti mengidentifikasi berbagai kebutuhan dasar anak dan remaja pascabencana, termasuk cara mengenali secara dini masalah emosi dan perilaku. Selain itu juga memuat teknik dasar untuk melakukan dukungan psikologis pasca bencana pada anak dan remaja.
Semoga buku ini dapat membuka wawasan kita terhadap pentingnya usaha peningkatan kesehatan jiwa pada anak dan remaja pascabencana.


PDF icon bencana_kesehatan_jiwa_anak_dan_remaja_copy.pdf