Dr. dr. Zulkifli Amin, SpPD,KP

Website Staff UI
No Description Tahun
1

Paru merupakan pintu masuk infeksi termudah dan tersering dari setiap individu, apalagi bila yang bersangkutan mempunya daya tahan menurun. Pneumonia adalah penyebab infeksi tersering kenapa seseorang harus dirawat di rumah sakit. Berdasarkan etiologinya pneumonia bisa disebabkan bakteri, jamur atau virus. Pada kondisi tertentu pneumonia bisa dipicu oleh aspirasi sesuatu.
Pneumoni disebabkan virus terkadang gejala klinisnya hanya berupa demam biasa, dalam 24 jam bisa terjadi perburukan klinis mendadak kemudian dengan konfirmasi rontgen dada dan analisa gas darah kita dikagetkan oleh tantangan serius kondisi fatal yang memerlukan kecepatan bertindak, hal itu kita alami bila menhadapai pneumoni oleh virus tertentu seperti: SARS, H5N1, H1Ni yang terakhir H7N9.
Pengenalan yang baik seorang klinikus atas berbagai bentuk pneumonia terutama pneumonia viral akan berarti keselamatan nyawa utk pasien dan penghematan biaya yang besar karena biasanya keterlambatan berujung pada Sepsis dan ARDS. Dua keadaan ini perlu biaya besar karena memerlukan perawatan ruangan khusus ICU, sebagian perlu dipasang ventilator mekanik, dll.
Banyak nya populasi usia lanjut, berbagai penyakit degeratif, berbagai penyakit dengan kondisi gagal organ (sirosis hati, gagal ginjal khronik, gagal jantung dll) semuanya dengan kondisi imunkomromais/ daya tahan menurun, mereka bila terpapar dengan virus yang ditularkan lewat udara maka pneumonia mudah sekali muncul sebagai komplikasi menunggu.


PDF icon pneumonia_viral_buku_konsensus.pdf
2017
2

Pada beberapa tahun terakhir ini, pengendalian TB di Indonesia mengalami
kemajuan yang cukup pesat, hal ini antara lain dibuktikan dengan tercapainya banyak
indikator penting dalam pengendalian TB. Faktor keberhasilan tersebut antara lain:
akses pelayanan kesehatan semakin baik, pendanaan semakin memadai, dukungan
pemerintah pusat dan daerah, peran serta masyarakat dan swasta semakin meningkat,
membaiknya teknologi pengendalian TB. Banyak kegiatan terobosanyang diinisiasi
baik dalam skala nasional maupun lokal.
Seiring dengan penemuan baru ilmu dan teknologi dan perkembangan program
pengendalian TB di lapangan, buku pedoman Pengendalian TB ini sudah mengalami
beberapa cetakan. Pada cetakan ini, dilakukan beberapa perubahan sesuai dengan
perkembangan yang terjadi dilapangan, seperti perubahan definisi, terminologi, sistematika
dan kebijakan operasional. Kata penanggulangan diubah menjadi pengendalian sesuai
perubahan dan paradigma dan meluasnya sasaran kegiatan program. Strategi nasional
pengendalian TB juga disesuaikan dengan disepakatinya strategi nasional TB dan
rencana aksi tahun 2010 - 2014. Beberapa perubahan baru seperti yang dituangkan
pada buku pedoman pengobatan yang diterbitkan WHO juga diakomodir dengan tetap
mempertimbangkan situasi spesifik program TB di Indonesia, seperti perubahan teknis
tatalaksana pasien, misalnya perubahan jadwal pemeriksaan dahak ulang dalam rangka
pemantauan pasien. Hal ini dilakukan untuk mengakomodasi kewaspadaan terhadap
terjadinya MDR-TB Pentingnya masalah koinfeksi TB-HIV diakomodasi dengan
ditambahkan bab Kolaborasi TB-HIV. Demikian pula perluasan strategi penemuan
pasien TB yang bukan hanya bertumpu pada penemuan secara pasif tetapi pada situasi
yang menguntungkan program perlu juga dilakukan penemuan secara aktif.
Akhirnya dengan penerbitan buku Pedoman Pengendalian Tuberkulosis cetakan
tahun 2011, mudah mudahan dapat merespon usulan, terutama dari pengguna baik
dari kalangan pegiat program maupun pelaksana program dilapangan.
Jakarta, September 2011
Direktur P2ML,
Kementerian Kesehatan RI


PDF icon depkes-pedoman-nasional-penanggulangan-tbc-2011-dokternida.com_.pdf
2011
3

Paru merupakan pintu masuk infeksi termudah dan tersering dari setiap individu, apalagi bila yang bersangkutan mempunya daya tahan menurun. Pneumonia adalah penyebab infeksi tersering kenapa seseorang harus dirawat di rumah sakit. Berdasarkan etiologinya pneumonia bisa disebabkan bakteri, jamur atau virus. Pada kondisi tertentu pneumonia bisa dipicu oleh aspirasi sesuatu.
Pneumoni disebabkan virus terkadang gejala klinisnya hanya berupa demam biasa, dalam 24 jam bisa terjadi perburukan klinis mendadak kemudian dengan konfirmasi rontgen dada dan analisa gas darah kita dikagetkan oleh tantangan serius kondisi fatal yang memerlukan kecepatan bertindak, hal itu kita alami bila menhadapai pneumoni oleh virus tertentu seperti: SARS, H5N1, H1Ni yang terakhir H7N9.
Pengenalan yang baik seorang klinikus atas berbagai bentuk pneumonia terutama pneumonia viral akan berarti keselamatan nyawa utk pasien dan penghematan biaya yang besar karena biasanya keterlambatan berujung pada Sepsis dan ARDS. Dua keadaan ini perlu biaya besar karena memerlukan perawatan ruangan khusus ICU, sebagian perlu dipasang ventilator mekanik, dll.
Banyak nya populasi usia lanjut, berbagai penyakit degeratif, berbagai penyakit dengan kondisi gagal organ (sirosis hati, gagal ginjal khronik, gagal jantung dll) semuanya dengan kondisi imunkomromais/ daya tahan menurun, mereka bila terpapar dengan virus yang ditularkan lewat udara maka pneumonia mudah sekali muncul sebagai komplikasi menunggu.


File final_pneumonia_viral.docx
2017
4

Paru merupakan pintu masuk infeksi termudah dan tersering dari setiap individu, apalagi bila yang bersangkutan mempunya daya tahan menurun. Pneumonia adalah penyebab infeksi tersering kenapa seseorang harus dirawat di rumah sakit. Berdasarkan etiologinya pneumonia bisa disebabkan bakteri, jamur atau virus. Pada kondisi tertentu pneumonia bisa dipicu oleh aspirasi sesuatu.
Pneumoni disebabkan virus terkadang gejala klinisnya hanya berupa demam biasa, dalam 24 jam bisa terjadi perburukan klinis mendadak kemudian dengan konfirmasi rontgen dada dan analisa gas darah kita dikagetkan oleh tantangan serius kondisi fatal yang memerlukan kecepatan bertindak, hal itu kita alami bila menhadapai pneumoni oleh virus tertentu seperti: SARS, H5N1, H1Ni yang terakhir H7N9.
Pengenalan yang baik seorang klinikus atas berbagai bentuk pneumonia terutama pneumonia viral akan berarti keselamatan nyawa utk pasien dan penghematan biaya yang besar karena biasanya keterlambatan berujung pada Sepsis dan ARDS. Dua keadaan ini perlu biaya besar karena memerlukan perawatan ruangan khusus ICU, sebagian perlu dipasang ventilator mekanik, dll.
Banyak nya populasi usia lanjut, berbagai penyakit degeratif, berbagai penyakit dengan kondisi gagal organ (sirosis hati, gagal ginjal khronik, gagal jantung dll) semuanya dengan kondisi imunkomromais/ daya tahan menurun, mereka bila terpapar dengan virus yang ditularkan lewat udara maka pneumonia mudah sekali muncul sebagai komplikasi menunggu.


File final_mott.docx
2017
5

Paru merupakan pintu masuk infeksi termudah dan tersering dari setiap individu, apalagi bila yang bersangkutan mempunya daya tahan menurun. Pneumonia adalah penyebab infeksi tersering kenapa seseorang harus dirawat di rumah sakit. Berdasarkan etiologinya pneumonia bisa disebabkan bakteri, jamur atau virus. Pada kondisi tertentu pneumonia bisa dipicu oleh aspirasi sesuatu.
Pneumoni disebabkan virus terkadang gejala klinisnya hanya berupa demam biasa, dalam 24 jam bisa terjadi perburukan klinis mendadak kemudian dengan konfirmasi rontgen dada dan analisa gas darah kita dikagetkan oleh tantangan serius kondisi fatal yang memerlukan kecepatan bertindak, hal itu kita alami bila menhadapai pneumoni oleh virus tertentu seperti: SARS, H5N1, H1Ni yang terakhir H7N9.
Pengenalan yang baik seorang klinikus atas berbagai bentuk pneumonia terutama pneumonia viral akan berarti keselamatan nyawa utk pasien dan penghematan biaya yang besar karena biasanya keterlambatan berujung pada Sepsis dan ARDS. Dua keadaan ini perlu biaya besar karena memerlukan perawatan ruangan khusus ICU, sebagian perlu dipasang ventilator mekanik, dll.
Banyak nya populasi usia lanjut, berbagai penyakit degeratif, berbagai penyakit dengan kondisi gagal organ (sirosis hati, gagal ginjal khronik, gagal jantung dll) semuanya dengan kondisi imunkomromais/ daya tahan menurun, mereka bila terpapar dengan virus yang ditularkan lewat udara maka pneumonia mudah sekali muncul sebagai komplikasi menunggu.
Dalam buku ini kami paparkan epidemiolgi, berbagai gejala klinis, cara menegakkan diagnosis sampai tatalaksana umum dan khusus sesuai jenis virusnya, bisa jadi pegangan praktis bagi kita klinikus sehingga tak ragu dalam menghadapi nya.


File ards.docx
2016
6

Tindakan pemasangan water sealed drainage, memerlukan pengertian dan pemahaman yang baik pada setiap langkah tindakanoleh dokter operatornya.
Peserta didik S1 Kedokteran (Co-Ass) ,SP1 Penyakit Dalam, SP2 Subspesialis Respirologi dan Penyakit Kritis Ilmu Penyakit Dalam, sebagai tim operator perlu tahu apa dan bagaimana prosedur diagnostik ini, sehingga mudah dan jelas menginformasikannya kepada pasien.Pemahaman yang baik dokter operator akan berimbas pada penjelasan yang baik pada pasien, sehingga pasien tahu secara detil untung dan ruginya prosedur ini dan akan bersifat kooperatf.
Berbagai panduan tehnik baru yang dibuat oleh Perhimpunan Seminat untuk setiap prosedur diagnostik pada tingkat Asia/Eropa, Amerika ataupun Dunia dengan mudah bisa kita dapatkan.
Sebagai referensi utama dalam membuat panduan ini kami pakai panduan WABIP ( World Association of Bronchology and Interventional Bronchoscopy) yang kami cocokkan dengan beberapa panduan dari buku Bronchoscopy dan Interventional Pulmonology yang sebelumnya sudah jadi pegangan kami serta tentunya ditambah keyakinan dan pengalaman karena sudah hampir tiga puluh tahun berkecimpung melakukan tindakan prosedur diatas.
Ketersediaan sarana dari suatu RS pendidikan di Indonesia, juga kami jadikan bagian pertimbagan dalam panduan ini sehingga memang bisa laksana untuk para mahasiswa kedokteran, calon spesialis Penyakit Dalam dan calon sub spesialis Respirologi/Penyakit Kritis yang mempergunakan buku panduan ini.


File pemasangan_water_sealed_drainage.docx
2017
7

Respirologi tercakup dalam ilmu penyakit dalam dan merupakan ilmu penyakit pernapasan yang merangkum berbagai aspek ilmu penyakit pernapasan yang merangkum berbagi aspek ilmu penyakit pernapasan, dan berhubungan sangat erat dengan berbagai ilmu dan berbagi system organ seperti kardiovaskuler, saraf, hematologi, gastroenterology, dan bagian lainnya. Respirologi juga terkai erat dengan keadaan kritis hingga berperan penting dalam penatalaksanaan keadaan kritis yang dijumpai pada berbagai cabang ilmu kedokteran non operatif maupun operatif. Dengan demikian seorang dokter internis haruslah dapat dengan baik memehami dan menguasai kompetensi penatalaksanaan respilogi dan penyakit kritis terkait respirasi dan seorang subspesialis respilogi dan penyakit kritis terkait respirasi berdasarkan kepada para dokter terkait spesialis dan dokter umum pada pusat-pusat pendidikan kedokteran. Pengetahuan mengenai respirogi dan penyakit kritis terus berkembang, hingga penyegaran dan peningkatan pengetahuan mengenai penyakit respirasi dan penyakit kritis bagi para dokter sangatlah penting untuk senantiasa diupayakan. Dalam rangka pendidikan dan pengembangan respirologi pelayanan penyakit kritis maka diperlukan buku ajar penatalaksanaan dan pelayanan penyakit kritis respirasi untuk doter umum, dokter ahli penyakit dalam dan subspesialis respirologi dengan penyakit kritis yang terkait respirasi. Disamping dimaksudkan untuk memnuhi kebutuhan tersebut, buku ini dapat juga berperan sebagai buku acuan bagi dokter praktik umum dan profesi lain dibidang pelayanan kesehatan yang membutuhkan peningkatkan dan penyegaran pengetahuannya dalm bidang respirologi dan penyakit kritis. dengan demikian kami menyakini bahwa buku ini akan dapat memberkan manfaat yang sebaik-baiknya dalam peningkatan pengetahuan dan pelayanan kesehatan dalam bidang penyakit dalam, khusunya penyakit kritis terkait respirasi. Makalah-makalah dan buku ini ditulis oleh konsulen/subspesialis respirologi dan penyakit kritis terkait respirasi diindonesia. Dalam buku ini diupayakan tercakup semaksimal mungkinpengetahuan yang terbaru dalam bidang respirologi dan penyakit kritis, serta berbagai topik mengenai penyakit organ sistim lain yang bermanifestasi dalam organ pernapasan, seperti manifestasi respirasi dari GERD (gastroesophageal reflux disease), penyakit Lupus Eritematosus Sistemik, dan penyakit sistemik lainnya. Disamping itu juga disampikan Sindroma Inflamasi Sistemik Kronik (SISK) berupa komorbiditas yang luas pada berbagai sistim organ tubuh yang mungkin terjadi pada Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Penyakit respirasi, atau penyakit berat atau keadaan kritis yang terkait respirasi, dan masalah khusu pada respirasi diuraikan pada bab khusus. Harapan kami, buku ini akan memberikan manfaat sebesar-besarnya dalam rangka pendidikan dan penatalaksanaan respirogi dan penyakit kritis terkait respirogi. kami menyadari masih banyak kekurangan yang dapat dijumpai pada buku ini. Masukan yang berharga akan bermanfaat untuk koreksi buku ini dimasa akan datang.


PDF icon buku_ajar_respirologi_full_final.pdf
2017