dr. Ardi Findyartini, PhD

No Title Description
1 Modul Pengembangan Karakter Mahasiswa FKUI (Modul Remediasi) Modul Pengembangan Karakter Mahasiswa FKUI (Modul Remediasi)

Mahasiswa kedokteran adalah calon dokter masa depan. Pencapaian kompetensi peserta didik diharapkan dapat dikembangkan di berbagai area yang tidak hanya meliputi area kognitif dan psikomotor, namun juga area perilaku. Kurikulum Program Pendidikan Dokter FKUI menetapkan proses pencapaian kompetensi sesuai Standar Kompetensi Dokter Indonesia. Berbagai area kompetensi seperti area profesionalitas luhur, mawas diri dan pengembangan diri, komunikasi efektif, landasan ilmiah kedokteran, keterampilan klinis, pengelolaan informasi, dan pengelolaan masalah kesehatan dirumuskan lebih lanjut dalam sasaran pembelajaran di seluruh modul Program Pendidikan Dokter yang dicapai secara bertahap. Secara khusus, pengembangan soft skills terkait profesionalisme, komunikasi, mawas diri, empati dan etika kedokteran didalami dalam Modul Empati Etika dan Profesionalisme di tahap akademik dan terintegrasi dalam modul-modul praktik klinik di tahap profesi.

Pengembangan kemampuan mahasiswa kedokteran tidak hanya dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler. Berbagai kegiatan kemahasiswaan diharapkan dapat menunjang pencapaian sasaran pembelajaran di berbagai area kompetensi tersebut. Bahkan kegiatan kemahasiswaan membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berorganisasi, berkomunikasi, kepemimpinan dan kewirausahaan. Kegiatan kemahasiswaan berperan penting dalam mendukung pencapaian kemampuan mahasiswa, pengembangan profesionalisme dan pembentukan identitas diri sebagai calon dokter masa depan. Di sisi lain, kegiatan kemahasiswaan memungkinkan mahasiswa mengembangkan kreativitas dan hubungan sosialnya. Dengan demikian, keselarasan kegiatan kemahasiswaan yang diselenggarakan dalam berbagai bentuk dengan visi, misi dan nilai FKUI sebagai institusi dan nilai-nilai luhur profesi dokter harus senantiasa diupayakan. Nilai excellence, integritas, kesadaran terhadap sistem, kepedulian terhadap sesama, dan berorientasi masa depan diharapkan menjadi bagian tak terpisahkan dari pengembangan profesionalisme dan kehidupan akademik dan non akademik mahasiswa di lingkungan FKUI.

Modul ini merupakan modul yang akan membahas berbagai aspek profesionalisme dan nilai-nilai budaya FKUI sebagai cerminan nilai dokter masa depan dengan lebih mendalam. Berbagai pengalaman belajar yang memungkinkan mahasiswa untuk menghayati berbagai nilai tersebut akan dilaksanakan secara sistematis.

Modul Pengembangan Karakter Mahasiswa Kedokteran ini merupakan modul khusus yang dipergunakan sebagai upaya untuk mahasiswa yang memerlukan dukungan lebih lanjut dalam hal peningkatan kedisiplinan, integritas, kepedulian terhadap sesama, dan lain-lain yang dianggap relevan untuk pengembangan profesionalisme calon dokter di masa yang akan datang. Modul ini diselenggarakan oleh tim khusus dekanat FKUI. Seluruh kegiatan modul direncanakan dalam waktu 4-6 minggu atau setara dengan 4-5 SKS.


PDF icon sertifikat_ec00201943799_fk_modul_pengembangan.pdf
2 Modul Elektif Students as Teachers Modul Elektif Students as Teachers

Mahasiswa kedokteran adalah pengandil utama dalam proses pendidikan yang mereka jalani. Mereka adalah dokter masa depan dengan salah satu peran utama sebagai pendidik dan penentu kebijakan dalam pendidikan. Peran mahasiswa sebagai ‘guru bagi teman sebaya’ atau peer teachersangat penting dan bermanfaat bagi pengembangan kemampuan mahasiswa yang bersangkutan dan teman sebayanya. Pendekatan ini sudah banyak dilakukan secara informal untuk berbagai aspek kompetensi dan terbukti mendukung proses pencapaian kompetensi mahasiswa secara keseluruhan dalam program pendidikan.
Peer assisted learning (PAL)adalah suatu proses di mana mereka yang berasal dari kelompok sosial yang sama dan bukan pengajar profesional, saling membantu untuk belajar dan belajar untuk diri sendiri melalui ‘kegiatan mengajar’ (Topping, 1996). Kelompok sosial yang sama dalam hal ini dapat berarti kelompok usia yang sama atau hampir sama. Keahlian, pengetahuan dan keterampilan para guru teman sebaya ini tentunya juga masih terbatas.Aspek esensial dari PAL yang membedakannya dengan metode pembelajaran kolaboratif seperti diskusi kelompok, Problem Based Learning, dll adalah adanya ‘kegiatan mengajar’ dalam proses ini (Ross MT & Cameron HS, 2007).

Oleh karena itu, modul ini akan membahas lebih mendalam tentang peran mahasiswa dalam proses peer assisted learning dan berbagai teori serta bukti terkini yang melandasinya. Selain itu, dalam modul ini mahasiswa diajak untuk mengidentifikasi berbagai aspek kompetensi dokter yang harus dicapai, mendalami proses belajar dari berbagai sudut pandang, merumuskan metode pembelajaran yang menarik dan inovatif, mengasah kemampuan menyusun alat asesmen dan melatih kemampuan memberikan dan menyikapi umpan balik.

Proses pembelajaran bagi mahasiswa kedokteran dilaksanakan di tahap akademik dan tahap praktik klinik. Pemahaman mahasiswa tentang teori pembelajaran, metode pengajaran, asesmen dan umpan balik juga sangat relevan untuk pembelajaran mahasiswa di tahap praktik klinik. Oleh karena itu dalam pelaksanaandi tahun akademik 2018/2019, berbagai diskusi dalam kerangka peer assisted learning dan berbagai teori yang melandasinya akan diperkaya dengan karakteristik pembelajaran di tahap praktik klinik dan berbagai aspek penting dalam masa transisi dari tahap akademik ke praktik klinik.

Modul elektif ‘Teaching made easy: Students As Teachers (SAT)’ diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Kedokteran FKUI. Modul ini merupakan salah satu dari sejumlah pilihan yang ada dalam Modul Elektif Non Klinik yang dilaksanakan di semester 7 atau semester 8 Kurikulum Program Pendidikan Dokter 2012.Seluruh kegiatan dan pengalaman belajar dalam modul ini sesuai dengan beban studi 3 SKS dan diselenggarakan dalam waktu 4 minggu.


PDF icon sertifikat_ec00201942151_modul_elektif_sat.pdf
3 Buku Saku untuk Guru SMU - Pengajaran Berpikir Kritis Buku Saku untuk Guru SMU - Pengajaran Berpikir Kritis

Berpikir kritis merupakan konsep yang saat ini berkembang pesat dalam dunia pendidikan modern, bahkan dianggap sebagai suatu keterampilan kunci yang harus dimiliki oleh peserta didik di abad ke- 21 ini. Sebagian besar pendidik dan peneliti di bidang pendidikan menyepakati bahwa aspek terpenting dari berpikir kritis adalah kemampuan untuk mengumpulkan, mengevaluasi dan menggunakan informasi secara efektif dan tepat.

Saat ini banyak literatur yang telah memfokuskan pada apa yang dapat dan harus diajarkan mengenai keterampilan berpikir kritis serta kerangka pengajaran yang paling efektif dan tepat untuk digunakan. Buku Saku Pengajaran Berpikir Kritis bagi Guru Sekolah Menengah Umum ini disusun berdasarkan studi literatur yang ada dan dikemas dalam bentuk praktis. Buku saku ini terdiri dari penjelasan konsep sederhana berpikir kritis serta panduan praktis yang dapat digunakan oleh para guru untuk mengajarkan dan menerapkan keterampilan berpikir kritis di dalam kelas ajarnya.

Buku ini mrupakan buku saku yang disusun sebagai bagian kegiatan pengabdian masyarakat Program Studi Magister Pendidikan Kedokteran dan Departemen Pendidikan Kedokteran FKUI.


PDF icon sertifikat_ec00201942143_fk_buku_saku_af.pdf
4 Pengkajian Nyeri Kronik: Modul Pelatihan Keterampilan Dasar untuk Mahasiswa dan Profesional Kesehatan Pengkajian Nyeri Kronik: Modul Pelatihan Keterampilan Dasar untuk Mahasiswa dan Profesional Kesehatan

Pengkajian nyeri adalah suatu proses “dialog” antara pasien dan tenaga kesehatan tentang deskripsi nyeri dan intensitasnya, respons pasien terhadap nyeri, serta dampak nyeri terhadap kehidupan pasien. Penekanan dan pengulangan prinsip pengkajian nyeri ini melalui berbagai metode pembelajaran berguna untuk membantu pembelajar mengaplikasikan pengkajian nyeri yang komprehensif. Penggunaan simulasi sebagai metode pembelajaran utama dan penerapan pelatihan secara longitudinal dalam kurikulum merupakan faktor yang mendukung keberhasilan penerapan modul ini. Mnemonic PQRST dan ACT-UP, yang akan diperkenalkan dalam modul ini, juga akan membantu pembelajar untuk melakukan pengkajian nyeri dengan lebih terstruktur.
Substansi modul ini bersifat generik. Dengan menyesuaikan kompleksitas kasus, modul ini dapat diaplikasikan dalam berbagai tahapan pembelajaran, baik pra-klinis maupun rotasi klinis. Walaupun diujicobakan pada mahasiswa kedokteran, modul ini dapat dimodifikasi untuk profesi kesehatan lain seperti farmasi dan keperawatan, baik sebagai bagian dari pembelajaran formal maupun dalam pembelajaran profesional berkelanjutan. Skenario, video kuliah dan simulasi, struktur pelatihan, dan instrumen evaluasi kami sediakan sebagai contoh untuk diadopsi dalam berbagai pelatihan.
Modul ini didasarkan pada tesis berjudul Pelatihan Pengkajian Nyeri Kronik untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Mahasiswa Fakultas Kedokteran: Uji Acak Tersamar Ganda untuk Membandingkan Mnemonic PQRST dan ACT-UP dan Mnemonic PQRST saja yang disusun oleh Astrid Pratidina Susilo sebagai prasyarat Program Pendidikan Dokter Spesialis I Anestesiologi dan Terapi Intensif di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 2018.


PDF icon modul_pengkajian_nyeri_kronik_copy_right.pdf