profile




Prof. Dr. Drg. Hanna Huzaima Bachtiar – Iskandar, Sp. RKG (K)

 

Guru Besar Departemen Radiologi Universitas Indonesia ini merupakan pakar di bidang radiologi kedokteran gigi. Minat studinya berfokus pada riset-riset kualitas dan kuantitas tulang rahang. Dilahirkan di Jakarta pada 05 November 1956, beliau menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia pada 1981, meraih gelar Doktor di Universitas Indonesia, pada tahun 2002 dan memperoleh gelar spesialis radiologi kedokteran gigi pada tahun 2004 dan spesialis konsultan pada tahun 2009. Selain memiliki reputasi dalam karir intelektual yang impresif, beliau memiliki kemampuan managerial yang sangat baik terutama dalam beberapa aspek: decisive leadership, entrepreneurial, team building dan reformist. Pernah menjadi ketua bagian Departemen Radiologi Kedokteran Gigi, UI sepanjang tahun 1991-2000. Beliau menjadi salah seorang penggagas dan pendiri Ikatan Radiologi Kedokteran Gigi Indonesia (IKARGI) dan pada tahun 1999 beliau terpilih menjadi ketua Ikatan Radiologi Kedokteran Gigi Indonesia dalam usia 43 tahun. Pengalaman managerial sebelumnya adalah pernah menjadi koordinator program studi akademik dan profesi FKG UI (2004-2006), Sekertaris program studi Doktor FKG Ul (1992-2004) dan Sekertaris fakultas tahun 2008-2009. Beliau juga pernah menjadi organizing committee Asian Congress of Oral and Maxillofacial Radiology (ACOMFR), Board of director International Association of Dento Maxillofacial Radiology (IADMFR) dan editor CAR (Computer Assisted Radiology). Dalam karir intelektual beliau juga tercatat sebagai anggota International Association of Dento Maxillofacial Radiology (IADMFR), anggota Japanese Society of Oral and Maxillofacial Radiology (JSOMR) dan anggota International Association of Dental Research. Dengan latar belakang intelektual dan manajerial tersebut, beliau memiliki pengaruh dan jaringan yang luas baik di kalangan intelektual, profesional maupun pengambil kebijakan. Karya akademik penting yang diangkat dari disertasinya adalah Peran Evaluasi Radiometrik Dengan Direct Digital Intraoral Radiography Dalam Menilai Kepadatan Trabekulasi Rahang Untuk Memperkirakan Perubahan Periodontitis Progresif Cepat, yang diterbitkan Universitas Indonesia dan memperoleh HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) pada tahun 2005 atas temuannya tentang cara transformasi nilai radiografik konvensional menjadi nilai radiografik digital, yang selanjutnya digunakan oleh para peneliti-peneliti lainnya dan dibidang radiologi kedokteran gigi telah menjadi pohon penelitian bagi para peneliti terutama bimbingannya. Beliau juga menulis beberapa publikasi yang sebagian besar dilakukan berdasarkan riset, diantara karya-karya tersebut antara lain: Radiograf Panoramik Untuk Memprakirakan Osteoporosis Mandibula Pada Rencana Pembuatan Gigi Tiruan (Penulis pertama dari 2 penulis), diterbitkan di Jurnal Kedokteran Gigi Indonesia/Journal of Dentistry of Indonesia, Vol.10/No.2/2003, Epidemiology Study on Cholesterol Level in  The Indonesian  Population (Penulis ke dua dari 4 penulis), dalam The 5 th national Brain and Heart Symposium, Pencitraan Radiografik di Bidang Kedokteran Gigi (Tinjauan Sarana Konvensional dan Modern Serta Kegunaannya) (Penulis pertama), diterbitkan di Dentika Dental Journal Vol: 9 Nomor : 2, 2004, Determination of Mandibular Bone Density Index For Postmenopausal Women (A Tool To Predict Osteoporosis Risk (Penulis ketiga dari 4 penulis), dalam buku Indonesia’s  Elderly : Problem and Potential, 31 May 2004, The Role of Radiometric Evaluation Using DDIR with RPP as a model (Penulis pertama), pada Special Lecturer The 5th Asian Congress of Oral and Maxillofacial Radiology. Bangkok, Kuantitas dan Kualitas Tulang Alveolar Dengan Pengisian Bahan Aloplastik Pasca Pengangkatan Gigi (Penulis Kedua dari 2 penulis), dalam Majalah Ilmiah Kedokteran Gigi Ed.Khusus FORIL VIII Th.20 No.61 Juli 2005, dan masih banyak lagi publikasi yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Prof. Hanna Bachtiar memiliki pengalaman riset yang panjang dalam bidang yang ditekuninya selama ini. Di antaranya riset yang melewati kompetisi baik nasional ataupun internasional adalah penelitian mengenai Condy -Ray & Accurad-200 Sebagai Sarana Pencitraan Untuk Mengatasi Kelainan Sendi Temporo Manibula (Penulis kedua dari 2 penulis), diterbitkan pada tahun 2003, Formula Transformasi Nilai Kepadatan Trabekulasi Konvensional Dalam Penderajatan (Grading) Menjadi Nilai Radiometrik DDIR Dalam Gray Scale, tahun 2005, Kesesuaian pengamatan dalam interpretasi radiografik periapikal, tahun 2007, Posterior Implant Treatment Outcome With Initial Bone Conditions Evaluated From Panaromic And Periapical Radiographs (Laporan penelitian) (Penulis pertama dari 2 penulis), tahun 2006, dan masih banyak lagi penelitian yang dilakukan oleh beliau. Beliau juga kerap diundang sebagai pembicara dalam berbagai forum akademik internasional maupun nasional baik sebagai ilmuwan maupun sebagai pakar dalam bidang radiologi kedokteran gigi Indonesia.

Sampai saat ini cara transformasi nilai radiografik konevensional dalam grading menjadi nilai radiometrik digital dalam grayscale yang lebih akurat telah dikembangkan dalam berbagai penelitian terkait bidang radiologi kedokteran gigi. Cara ini sangat bermanfaat dalam mengatasi keterbatasan alat-alat radiologi digital di Indonesia.