dr. Radiana Dhewayani Antarianto, M.Biomed, PhD

No Title Description
1 Registrasi Paten Mikroenkapsulasi HSC Registrasi Paten Mikroenkapsulasi HSC

Paparan invensi teknik mikroenkapsulasi HSC dengan hidrogel kolagen


PDF icon s00201810478_-_retno_wahyu.pdf
2 Registrasi Paten Komposisi Medium Kultur berbahan dasar Indonesia untuk hepatosit in Vitro Registrasi Paten Komposisi Medium Kultur berbahan dasar Indonesia untuk hepatosit in Vitro

Paparan komposisi medium kultur untuk hepatosit primer


PDF icon s00201809976_-_jeanne_adiwinata_-_komposisi_medium.pdf
3 Aspek Biologi, Aplikasi Klinis dan Pemrosesan Sel Punca Hematopoetik Aspek Biologi, Aplikasi Klinis dan Pemrosesan Sel Punca Hematopoetik

Biologi Sel Punca Hematopoetik
Radiana D Antarianto
Departemen Histologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia,
Klaster Stem Cell and Tissue Engineering IMERI FKUI,
Program Doktor Ilmu Biomedik FKUI.

Pendahuluan
Sel punca hematopoetik adalah sel punca yang telah diteliti secara panjang dan eksklusif sejak pertama kali dilakukan transplantasi sumsum tulang manusia tahun 1939. Penelitian menunjukkan bahwal sel punca hematopoetik adalah populasi sel punca yang heterogen dengan sifat alami yang khas yakni self renewal dan multipotensi. Identitas sel punca hematopoetik manusia dikenali dengan kombinasi beberapa penanda permukaan di antaranya CD45RA-CD90+CD49f+CD34+CD38-Lin-. Sel punca hematopoetik memiliki lingkungan mikro spesifik yakni di sumsum tulang, di tali pusat dan dapat dimobilisasi ke luar lingkungan mikro untuk dipanen di darah tepi dengan menggunakan faktor stimulasi G-CSF. Bab 2 ini akan membahas hematopoiesis, rekonstitusi sumsum tulang di hewan coba sebagai model hematopoiesis, identifikasi dan karakteristik sel punca hematopoetik, darah tali pusat dan mobilisasi G-CSF.


PDF icon sampul_buku_hsc_scte.pdf
4 Potensi Terapi Sel Punca untuk sirosis hati Potensi Terapi Sel Punca untuk sirosis hati

PRAKATA

Bismillahirrahmanirrahiim

Buku potensi terapi sel punca untuk sirosis hati ini merupakan kumpulan laporan hasil penelitian unggulan perguruan tinggi (PUPT) Universitas Indonesia tahun 2015 dan 2016 dan makalah tinjauan pustaka terkait sel punca dan sirosis hati.
Radiana D Antarianto adalah peneliti utama dari hibah PTUPT UI dan dosen di Departemen Histologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ervina Julien HS dan Wahyunia Likhayati S adalah alumni program Magister Ilmu Biomedik FKUI kekhususan Histologi yang kini telah berkiprah sebagai dosen Histologi di FK Universitas HKBP Nomensen dan FK Universitas Gunadarma. Chyntia Olivia MJ adalah dosen di divisi Hepatologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM.
Tim penulis berharap agar guratan tinta ini dapat bermanfaat untuk sebaik-baik kepentingan masyarakat dan hasil penelitian yang dilakukan dapat memberi jalan untuk terapi klinis sel punca bagi pasien-pasien sirosis hati di Indonesia.

Jakarta, 1 Agustus 2018

Tim Penulis


PDF icon cover_hibachi_070818_final.pdf
5 UI Peduli Kajian Terapi Sel Punca bagi Anak Berkebutuhan Khusus UI Peduli Kajian Terapi Sel Punca bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Kutipan dari bab 2 buku

Cerebral palsy (CP) adalah hendaya persarafan jamak yang terdiri atas hendaya fungsi pergerakan (motorik) di samping fungsi kognisi (kecerdasan), sensoris, komunikasi, penglihatan dan perilaku. Beberapa laporan kasus pasien CP yang diterapi dengan sel punca telah dilaporkan namun memerlukan kehati-hatian dalam mengurai laporan kasus.
Dong dkk dari Cina melaporkan telah menginjeksikan sel punca mesenkim dari tali pusat sebanyak tiga kali sebanyak 57 juta sel punca setiap kali injeksi. Efek positif terlihat pada rekam listrik saraf otak (EEG), kekuatan otot tungkai, dan kemampuan wicara, namun tidak memberi pengaruh pada kecerdasan. Hal serupa dilaporkan oleh Okur dkk dari Turki, dengan melakukan empat kali injeksi sel punca kepada anak 6 tahun sebanyak 1 juta sel per injeksi melalui cairan tulang belakang (intratekal) dan infus intravena yang mengalami perbaikan di skor klinis gerak/fungsi motorik.
Laporan kasus ini masih baru dan tindak lanjut terhadap pasien masih dalam hitungan bulan sehingga belum ada laporan jangka panjang yang mengkonfirmasi aspek keamanan dari injeksi sel punca multipel secara sistemik dan melalui cairan tulang belakang.
Penelitian dengan hewan coba oleh McDonald dkk pada tahun 2018 menunjukkan bahwa pemberian sel punca dalam kombinasi dengan sel calon/cikal bakal pembuluh darah (sel progenitor endotel) memberi efek mengurangi peradangan dan menyelamatkan sel saraf dari kematian. Pemilihan jenis sel punca dan waktu serta cara pemberian sel punca menentukan arah hasil dari terapi sel punca untuk CP.
Uji klinis fase 1 dari Nguyen dkk di Vietnam membuktikan aspek keamanan dari pemberian sel punca yang dituai dari darah pasien CP setelah dimobilisir dengan G-CSF. Sedangkan Rah dkk dari Hanyang University Medical Centre, Korea Selatan pada tahun 2017 melaporkan uji klinik pada 57 pasien anak cerebral palsy (CP) derajat ringan berusia rata-rata 4-7 tahun untuk sel punca yang dituai dari darah pasien sendiri setelah diinjeksi obat untuk mobilisasi sel punca (G-CSF). Laporan menunjukkan perbaikan skor perkembangan klinis persarafan yang lebih baik pada kelompok yang diberi sel punca setelah dimobilisasi. Hasil studi menunjukkan bahwa tanpa penambahan sel punca, hanya dengan mobilisasi atau pemberian G-CSF, terdapat peningkatan skor perkembangan klinis persarafan. Hal ini mengindikasikan efek positif pada gejala klinis CP adalah dari penambahan biomolekul aktif (seperti G-CSF) tanpa penambahan sel punca. Uji klinis fase 2 oleh Sun dkk dari Duke University Medical Centre Amerika Serikat menunjukkan dari dua kelompok studi anak CP yang diberi dosis sel punca yang dituai dari darah termobilisasi oleh G-CSF lebih dari 200 juta sel setelah 1 tahun menunjukkan peningkatan yang lebih besar di perkembangan fungsi motorik dan jalinan persarafan yang lebih baik (dilihat dari pencitraan, whole brain connectome analysis).
Saat ini, uji klinis terapi sel punca untuk CP masih berlangsung. Data dari 4 studi melaporkan manfaat terapi sel punca. Meskipun demikian, masih banyak pertanyaan seputar mekanisme kerja seperti apakah benar efek positif yang ditimbulkan bersumber dari atau dilepaskan oleh sel punca atau cukup dengan memberi biomolekul aktif sudah dapat memacu perkembangan persarafan yang baik sehingga gejala klinis CP berangsur surut.


Image icon cover_buku_pengmas_revisi_200818.jpg
6 SK Penyetaraan Ijazah Luar Negeri Dikti SK Penyetaraan Ijazah Luar Negeri Dikti

SK Penyetaraan Ijazah Luar Negeri Dikti
Daftar lulusan Hannover Medizinische Hochschule yang disetarakan ijazahnya di Dikti
http://ijazahln.dikti.go.id/detail_negaraptr.php?kodept=605016


7 World Bank JIPS 2010-2013 World Bank JIPS 2010-2013

PhD program Regenerative Science, Cluster of Excellence ReBirth. Hannover Biomedical Research School. Medizinische Hochschule Hannover


PDF icon worldbankjips_letteraward_p1.pdf
8 DAAD Stipendium 2010 DAAD Stipendium 2010

Short term research grant Germany, Hannover Medical School. May 2010-November 2010


PDF icon daad_stipendium_2010.pdf
9 World Transplant Congress 2012 Berlin Germany World Transplant Congress 2012 Berlin Germany



PDF icon world_transplant_congress_2012.pdf
10 Soft skill courses Leadership Graduierten Akademie Leibniz Universitaet Hannover Soft skill courses Leadership Graduierten Akademie Leibniz Universitaet Hannover



PDF icon teamwork_leadership_2013.pdf
11 Soft skill courses Conflict Management Graduierten Akademie Soft skill courses Conflict Management Graduierten Akademie



PDF icon conflict_management_2013.pdf
12 Basic Laboratory Animal and Peri Operative Management Basic Laboratory Animal and Peri Operative Management



PDF icon basics_laboratory_animal_op.pdf
13 Penelitian Biomedik Sel Punca Penelitian Biomedik Sel Punca



PDF icon basic.pdf
14 Academic Writing Leibniz Universitaet Hannover Academic Writing Leibniz Universitaet Hannover



PDF icon academic_writing_2012.pdf
15 Abstrak Tesis S2 Biomedik Radiana Antarianto Abstrak Tesis S2 Biomedik Radiana Antarianto

Abstrak Tesis s2 Biomedik FKUI (2006-2008)


PDF icon abstrak_tesis_s2_p1.pdf
16 material material

-