dr. Ardi Findyartini, PhD

No Title Description
1 Modul Tanggap Pandemi COVID-19 untuk Mahasiswa Kedokteran dan Profesi Kesehatan Modul Tanggap Pandemi COVID-19 untuk Mahasiswa Kedokteran dan Profesi Kesehatan

Pandemi COVID-19 merupakan kondisi darurat global yang terjadi karena infeksi COVID-19 di seluruh dunia. Berdasarkan data tanggal 20 Maret 2020, total pasien dengan konfirmasi pemeriksaan positif di seluruh dunia adalah 246.275. Sejumlah 10.038 pasien meninggal dunia (Case Fatality Rate (CFR) 4%) dan data terakhir menunjukkan angka kesembuhan 86.036 (34,9%). Gejala penyakit yang disebabkan COVID-19 ini mirip dengan gejala influenza dan terdiri dari demam, batuk, sesak napas dan dapat
berakhir dengan gagal napas (Acute Respiratory Distress Syndrome, ARDS). Dibandingkan dengan
influenza, COVID-19 memberikan gejala yang lebih bervariasi baik akibat virulensi maupun reaksi kekebalan tubuh yang ditimbulkan. Hal lain yang sangat penting diperhatikan adalah kemampuan virus penyebab COVID-19 ini untuk menyebar dari manusia ke manusia (human-to-human transmission) dan penyebarluasannya yang sangat cepat; berbeda dengan virus korona segolongan yang menjadi penyebab SARS dan MERS beberapa waktu lalu. Penyebaran COVID-19 dimulai dari Wuhan, Cina pada akhir Desember 2019 dan sampai saat ini sudah menyebar ke 163 negara di dunia, sehingga pada minggu kedua Maret 2020, WHO mengumumkan penyebaran COVID-19 bersifat pandemik.
Di Indonesia, dua kasus pertama COVID-19 dinyatakan positif pada awal Maret 2020, dan sejak saat itu jumlahnya makin meningkat, termasuk angka CFR yang cukup tinggi sekitar 8% di minggu ketiga Maret 2020. Berdasarkan data di berbagai negara, upaya secara sistematis dan komprehensif di tahap awal pandemi sangat penting untuk meratakan kurva pandemi (flattening the curve) melalui upaya diagnosis dini, perluasan tes, edukasi higiene kepada masyarakat (cuci tangan, tidak menyentuh wajah dengan tangan yang kotor, etika batuk, penggunaan masker bila sakit, dan lain-lain), karantina dan social/physical distancing. Bila hal ini dilakukan dengan konsisten oleh seluruh pihak, penambahan jumlah kasus baru dapat ditekan sehingga institusi pelayanan kesehatan dapat menyediakan layanan dengan lebih baik. Praktik baik tersebut sudah diterapkan di Wuhan, Cina; Singapura; dan Korea Selatan.
Pandemi COVID-19 yang saat ini terjadi memengaruhi berbagai aspek kehidupan dan memerlukan penyesuaian masif dan disruptif dalam pendidikan kedokteran dan profesi kesehatan. Pendidikan kedokteran perlu merespon berbagai tantangan dan perubahan dalam masa pandemi COVID-19 ini, dengan menyeimbangkan aspek pelayanan dan pendidikan. Mengikuti rekomendasi dari pemerintah Indonesia dan Universitas Indonesia, seluruh penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan metode Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) hingga akhir semester genap 2019/2020. Namun, peserta didik program studi dokter tentunya memiliki kebutuhan untuk tetap mendapatkan pengalaman pembelajaran yang bersifat otentik, dengan tetap mengedepankan keselamatan diri pada masa pandemi COVID-19 ini. Selain itu, mahasiswa kedokteran, terutama mahasiswa tahap akhir diharapkan dapat menyiapkan diri untuk dapat berperan sebagai tenaga kesehatan di garis depan dalam penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia.

Tujuan Modul Tanggap Pandemi COVID-19 untuk mahasiswa kedokteran dan profesi kesehatan ini adalah untuk membekali peserta didik dengan informasi valid dan terkini terkait COVID-19 dan langkah tepat untuk memastikan keselamatan diri dan keselamatan pasien saat terlibat dalam penatalaksanaan pandemi COVID-19 di garis depan sesuai dengan kewenangan yang diberikan dan saat kembali ke rotasi klinik pasca masa pandemi COVID-19.
Modul ini juga bertujuan untuk memberikan bekal kepada mahasiswa kedokteran dan profesi kesehatan agar dapat berperan dalam pendidikan masyarakat tentang pandemi COVID-19 dengan informasi yang akurat dan pendekatan yang sesuai.


PDF icon brp_dan_rangkuman_materi_modul_tanggap_bencana_pandemi_covid-19_revisi_26_maret_2020_isbn_edit.pdf
2 Buku Panduan Praktis Pengajaran & Pembelajaran Daring untuk Staf Pengajar Buku Panduan Praktis Pengajaran & Pembelajaran Daring untuk Staf Pengajar

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, melalui berbagai program studi di semua level, telah menerapkan kurikulum berbasis kompetensi yang mengedepankan peran aktif mahasiswa (student-centered), berorientasi dan berbasis pada masalah dan relevansi topik dengan kebutuhan pelayanan kesehatan (problem-based), terintegrasi baik secara horisontal maupun vertikal (integrated), memungkinkan pembelajaran dan pencapaian kompetensi interprofesional (interprofessional), berorientasi dan berbasis pada masalah kesehatan di masyarakat (community-based), memungkinkan mahasiswa mendalami kajian sesuai minat dan bakat (elective), dan adanya paparan terhadap keterampilan dan aspek klinik sejak awal (early clinical exposure). Telah lama disadari bahwa staf pengajar memegang peranan penting dalam pengembangan dan implementasi kurikulum berbasis kompetensi di suatu institusi pendidikan. Pengembangan dan implementasi kurikulum hanya dapat terlaksana dengan baik bila disertai pengembangan staf pengajar yang relevan dan adekuat.
Pembelajaran dan pengajaran secara daring telah mulai dilakukan di Program Studi Pendidikan Dokter dan program studi lain di FKUI sejak 5-10 tahun terakhir. Sebelum masa pandemi, pendekatan ini menjadi strategi pembelajaran dan pengajaran pelengkap dari berbagai strategi pembelajaran secara tatap muka. Berbagai kompetensi pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang harus dicapai oleh mahasiswa dan peserta didik di semua level pendidikan di FKUI, mengharuskan adanya sesi tatap muka yang memungkinkan mahasiswa mengembangkan kemampuan profesional, keterampilan klinis, kemampuan komunikasi dan lain-lain. Pembelajaran dan pengajaran secara daring, baik secara sinkronus ataupun asinkronus, kemudian menjadi strategi utama pendekatan di semua tahap pendidikan dan program studi di FKUI sejak masa pandemi berlangsung.
Adaptasi secara cepat oleh program studi, pengelola pendidikan, staf pengajar dan mahasiswa perlu dilakukan sehingga pembelajaran dan pengajaran tetap dapat terlaksana dengan baik di masa pandemi dan bahkan di masa mendatang. Adaptasi ini memerlukan dukungan lebih lanjut dalam bentuk pelatihan staf pengajar dalam memanfaatkan berbagai media interaktif dan membuat video mandiri yang diperlukan untuk memperkaya dan meningkatkan kualitas sesi pembelajaran daring yang dilaksanakan. ‘Buku Panduan Praktis Pengajaran & Pembelajaran Daring untuk Staf Pengajar’ ini merupakan panduan yang disusun dalam rangka serangkaian pelatihan pembelaran dan pengajaran daring untuk tutor/fasilitator, narasumber kuliah interaktif dan pengelola learning management system (LMS) di Program Pendidikan Dokter FKUI yang dilaksanakan dalam bulan September 2020, hasil kolaborasi antara Medical Education Unit dan Unit E-learning FKUI.
Buku ini diharapkan dapat dimanfaatkan lebih luas oleh staf pengajar di semua program studi di FKUI, di lingkungan Universitas Indonesia, dan bahkan di lingkungan pendidikan tinggi lain di Indonesia. Buku panduan ini sekaligus menunjukkan semangat belajar dan memperbaiki diri tiada henti dari seluruh staf pengajar dan unit terkait di FKUI, dalam menyediakan pembelajaran dan pengajaran daring yang berkualitas dan tetap dapat mendukung pencapaian kompetensi mahasiswa dan peserta didik dengan sebaik mungkin. Tentunya masih banyak ruang perbaikan dalam buku ini yang dapat diberikan umpan balik lebih lanjut. Semoga buku panduan ini dapat menjadi pendamping para staf pengajar dalam beradaptasi di lingkungan pembelajaran dan pengajaran daring.


3 Buku Adaptasi Pendidikan Kedokteran dan Profesi Kesehatan di Era Pandemi COVID-19 Buku Adaptasi Pendidikan Kedokteran dan Profesi Kesehatan di Era Pandemi COVID-19

Disrupsi pembelajaran akademis dan praktik klinis di masa pandemi mengharuskan berbagai upaya simultan untuk menjaga keselamatan semua pihak dan tetap mengupayakan proses pencapaian kompetensi secara optimal. Di tengah berbagai upaya ini, Medical Education Center (MedEC) IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menginisiasi serangkaian webinar “Covid-19 Pandemic Medical and Health Profession Adaptation Education Series” yang dimulai pada tanggal 26 Maret 2020. Para ahli dan praktisi pendidikan kedokteran dan profesi kesehatan dari dalam dan luar negeri, pengelola pendidikan, staf pengajar kedokteran dan profesi kesehatan dan peserta didik dari seluruh Indonesia bergabung dalam seri webinar ini, saling berbagi pengalaman dan bersama saling mengisi dan saling mendukung dalam interaksi di webinar yang mendiskusikan berbagai topik yang relevan.

MedEC IMERI menyelenggarakan seri webinar berkolaborasi dengan organisasi profesi terkait (I AM HPE, dan PERPIPKI), Departemen Pendidikan Kedokteran FKUI, Departemen Pendidikan Kedokteran dan Bioetik FKK KMK UGM, Medical Education and Research Development Unit (MERSDU) FK UA, dan didukung juga oleh Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) serta kolaborator di tingkat nasional dan internasional. Webinar sebagai bentuk alih pengetahuan dan diskusi tentang berbagai tantangan perlu ditindaklanjuti dengan upaya dokumentasi pengetahuan yang diperoleh sehingga dapat senantiasa bermanfaat untuk seluruh pihak terkait di bidang pendidikan kedokteran dan profesi kesehatan di Indonesia. Ucapan terima kasih disampaikan kepada dr. Mora Claramita, MMedEd, PhD, Ketua I AM HPE yang mengusulkan pengelolaan pengetahuan dari hasil webinar ini sehingga diharapkan dapat membawa manfaat seluas-luasnya untuk pengelola, staf pengajar dan mahasiswa pendidikan kedokteran dan profesi kesehatan di seluruh Indonesia.

Buku Panduan ini merupakan gambaran kuatnya semangat belajar dan berkolaborasi dari semua pihak yang saling mendukung untuk pendidikan kedokteran dan profesi kesehatan yang tetap dapat dijalankan dengan sebaik mungkin di Indonesia. Buku Panduan ini juga merupakan refleksi bersama yang dapat dimanfaatkan untuk “melompat ke depan” (bounce forward) sehingga pendidikan kedokteran dan profesi kesehatan di seluruh Indonesia dapat lebih baik lagi di masa mendatang. Masih banyak kekurangan dalam Buku Panduan ini, termasuk masih banyaknya topik yang sebenarnya dapat dirangkum dan direfleksikan. Masukan dan saran dari seluruh pihak akan diterima dengan senang hati untuk perbaikan lebih lanjut.


4 Modul Pengembangan Karakter Mahasiswa FKUI (Modul Remediasi) Modul Pengembangan Karakter Mahasiswa FKUI (Modul Remediasi)

Mahasiswa kedokteran adalah calon dokter masa depan. Pencapaian kompetensi peserta didik diharapkan dapat dikembangkan di berbagai area yang tidak hanya meliputi area kognitif dan psikomotor, namun juga area perilaku. Kurikulum Program Pendidikan Dokter FKUI menetapkan proses pencapaian kompetensi sesuai Standar Kompetensi Dokter Indonesia. Berbagai area kompetensi seperti area profesionalitas luhur, mawas diri dan pengembangan diri, komunikasi efektif, landasan ilmiah kedokteran, keterampilan klinis, pengelolaan informasi, dan pengelolaan masalah kesehatan dirumuskan lebih lanjut dalam sasaran pembelajaran di seluruh modul Program Pendidikan Dokter yang dicapai secara bertahap. Secara khusus, pengembangan soft skills terkait profesionalisme, komunikasi, mawas diri, empati dan etika kedokteran didalami dalam Modul Empati Etika dan Profesionalisme di tahap akademik dan terintegrasi dalam modul-modul praktik klinik di tahap profesi.

Pengembangan kemampuan mahasiswa kedokteran tidak hanya dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler. Berbagai kegiatan kemahasiswaan diharapkan dapat menunjang pencapaian sasaran pembelajaran di berbagai area kompetensi tersebut. Bahkan kegiatan kemahasiswaan membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berorganisasi, berkomunikasi, kepemimpinan dan kewirausahaan. Kegiatan kemahasiswaan berperan penting dalam mendukung pencapaian kemampuan mahasiswa, pengembangan profesionalisme dan pembentukan identitas diri sebagai calon dokter masa depan. Di sisi lain, kegiatan kemahasiswaan memungkinkan mahasiswa mengembangkan kreativitas dan hubungan sosialnya. Dengan demikian, keselarasan kegiatan kemahasiswaan yang diselenggarakan dalam berbagai bentuk dengan visi, misi dan nilai FKUI sebagai institusi dan nilai-nilai luhur profesi dokter harus senantiasa diupayakan. Nilai excellence, integritas, kesadaran terhadap sistem, kepedulian terhadap sesama, dan berorientasi masa depan diharapkan menjadi bagian tak terpisahkan dari pengembangan profesionalisme dan kehidupan akademik dan non akademik mahasiswa di lingkungan FKUI.

Modul ini merupakan modul yang akan membahas berbagai aspek profesionalisme dan nilai-nilai budaya FKUI sebagai cerminan nilai dokter masa depan dengan lebih mendalam. Berbagai pengalaman belajar yang memungkinkan mahasiswa untuk menghayati berbagai nilai tersebut akan dilaksanakan secara sistematis.

Modul Pengembangan Karakter Mahasiswa Kedokteran ini merupakan modul khusus yang dipergunakan sebagai upaya untuk mahasiswa yang memerlukan dukungan lebih lanjut dalam hal peningkatan kedisiplinan, integritas, kepedulian terhadap sesama, dan lain-lain yang dianggap relevan untuk pengembangan profesionalisme calon dokter di masa yang akan datang. Modul ini diselenggarakan oleh tim khusus dekanat FKUI. Seluruh kegiatan modul direncanakan dalam waktu 4-6 minggu atau setara dengan 4-5 SKS.


PDF icon sertifikat_ec00201943799_fk_modul_pengembangan.pdf
5 Modul Elektif Students as Teachers Modul Elektif Students as Teachers

Mahasiswa kedokteran adalah pengandil utama dalam proses pendidikan yang mereka jalani. Mereka adalah dokter masa depan dengan salah satu peran utama sebagai pendidik dan penentu kebijakan dalam pendidikan. Peran mahasiswa sebagai ‘guru bagi teman sebaya’ atau peer teachersangat penting dan bermanfaat bagi pengembangan kemampuan mahasiswa yang bersangkutan dan teman sebayanya. Pendekatan ini sudah banyak dilakukan secara informal untuk berbagai aspek kompetensi dan terbukti mendukung proses pencapaian kompetensi mahasiswa secara keseluruhan dalam program pendidikan.
Peer assisted learning (PAL)adalah suatu proses di mana mereka yang berasal dari kelompok sosial yang sama dan bukan pengajar profesional, saling membantu untuk belajar dan belajar untuk diri sendiri melalui ‘kegiatan mengajar’ (Topping, 1996). Kelompok sosial yang sama dalam hal ini dapat berarti kelompok usia yang sama atau hampir sama. Keahlian, pengetahuan dan keterampilan para guru teman sebaya ini tentunya juga masih terbatas.Aspek esensial dari PAL yang membedakannya dengan metode pembelajaran kolaboratif seperti diskusi kelompok, Problem Based Learning, dll adalah adanya ‘kegiatan mengajar’ dalam proses ini (Ross MT & Cameron HS, 2007).

Oleh karena itu, modul ini akan membahas lebih mendalam tentang peran mahasiswa dalam proses peer assisted learning dan berbagai teori serta bukti terkini yang melandasinya. Selain itu, dalam modul ini mahasiswa diajak untuk mengidentifikasi berbagai aspek kompetensi dokter yang harus dicapai, mendalami proses belajar dari berbagai sudut pandang, merumuskan metode pembelajaran yang menarik dan inovatif, mengasah kemampuan menyusun alat asesmen dan melatih kemampuan memberikan dan menyikapi umpan balik.

Proses pembelajaran bagi mahasiswa kedokteran dilaksanakan di tahap akademik dan tahap praktik klinik. Pemahaman mahasiswa tentang teori pembelajaran, metode pengajaran, asesmen dan umpan balik juga sangat relevan untuk pembelajaran mahasiswa di tahap praktik klinik. Oleh karena itu dalam pelaksanaandi tahun akademik 2018/2019, berbagai diskusi dalam kerangka peer assisted learning dan berbagai teori yang melandasinya akan diperkaya dengan karakteristik pembelajaran di tahap praktik klinik dan berbagai aspek penting dalam masa transisi dari tahap akademik ke praktik klinik.

Modul elektif ‘Teaching made easy: Students As Teachers (SAT)’ diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Kedokteran FKUI. Modul ini merupakan salah satu dari sejumlah pilihan yang ada dalam Modul Elektif Non Klinik yang dilaksanakan di semester 7 atau semester 8 Kurikulum Program Pendidikan Dokter 2012.Seluruh kegiatan dan pengalaman belajar dalam modul ini sesuai dengan beban studi 3 SKS dan diselenggarakan dalam waktu 4 minggu.


PDF icon sertifikat_ec00201942151_modul_elektif_sat.pdf
6 Buku Saku untuk Guru SMU - Pengajaran Berpikir Kritis Buku Saku untuk Guru SMU - Pengajaran Berpikir Kritis

Berpikir kritis merupakan konsep yang saat ini berkembang pesat dalam dunia pendidikan modern, bahkan dianggap sebagai suatu keterampilan kunci yang harus dimiliki oleh peserta didik di abad ke- 21 ini. Sebagian besar pendidik dan peneliti di bidang pendidikan menyepakati bahwa aspek terpenting dari berpikir kritis adalah kemampuan untuk mengumpulkan, mengevaluasi dan menggunakan informasi secara efektif dan tepat.

Saat ini banyak literatur yang telah memfokuskan pada apa yang dapat dan harus diajarkan mengenai keterampilan berpikir kritis serta kerangka pengajaran yang paling efektif dan tepat untuk digunakan. Buku Saku Pengajaran Berpikir Kritis bagi Guru Sekolah Menengah Umum ini disusun berdasarkan studi literatur yang ada dan dikemas dalam bentuk praktis. Buku saku ini terdiri dari penjelasan konsep sederhana berpikir kritis serta panduan praktis yang dapat digunakan oleh para guru untuk mengajarkan dan menerapkan keterampilan berpikir kritis di dalam kelas ajarnya.

Buku ini mrupakan buku saku yang disusun sebagai bagian kegiatan pengabdian masyarakat Program Studi Magister Pendidikan Kedokteran dan Departemen Pendidikan Kedokteran FKUI.


PDF icon sertifikat_ec00201942143_fk_buku_saku_af.pdf
7 Pengkajian Nyeri Kronik: Modul Pelatihan Keterampilan Dasar untuk Mahasiswa dan Profesional Kesehatan Pengkajian Nyeri Kronik: Modul Pelatihan Keterampilan Dasar untuk Mahasiswa dan Profesional Kesehatan

Pengkajian nyeri adalah suatu proses “dialog” antara pasien dan tenaga kesehatan tentang deskripsi nyeri dan intensitasnya, respons pasien terhadap nyeri, serta dampak nyeri terhadap kehidupan pasien. Penekanan dan pengulangan prinsip pengkajian nyeri ini melalui berbagai metode pembelajaran berguna untuk membantu pembelajar mengaplikasikan pengkajian nyeri yang komprehensif. Penggunaan simulasi sebagai metode pembelajaran utama dan penerapan pelatihan secara longitudinal dalam kurikulum merupakan faktor yang mendukung keberhasilan penerapan modul ini. Mnemonic PQRST dan ACT-UP, yang akan diperkenalkan dalam modul ini, juga akan membantu pembelajar untuk melakukan pengkajian nyeri dengan lebih terstruktur.
Substansi modul ini bersifat generik. Dengan menyesuaikan kompleksitas kasus, modul ini dapat diaplikasikan dalam berbagai tahapan pembelajaran, baik pra-klinis maupun rotasi klinis. Walaupun diujicobakan pada mahasiswa kedokteran, modul ini dapat dimodifikasi untuk profesi kesehatan lain seperti farmasi dan keperawatan, baik sebagai bagian dari pembelajaran formal maupun dalam pembelajaran profesional berkelanjutan. Skenario, video kuliah dan simulasi, struktur pelatihan, dan instrumen evaluasi kami sediakan sebagai contoh untuk diadopsi dalam berbagai pelatihan.
Modul ini didasarkan pada tesis berjudul Pelatihan Pengkajian Nyeri Kronik untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Mahasiswa Fakultas Kedokteran: Uji Acak Tersamar Ganda untuk Membandingkan Mnemonic PQRST dan ACT-UP dan Mnemonic PQRST saja yang disusun oleh Astrid Pratidina Susilo sebagai prasyarat Program Pendidikan Dokter Spesialis I Anestesiologi dan Terapi Intensif di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 2018.


PDF icon modul_pengkajian_nyeri_kronik_copy_right.pdf